Hari mulai petang namun titik terang dalam sanubari belum juga datang, ketika aku bertanya apa tuhan mendengar apa yang sebenarnya setiap manusia derita, apa yang setiap saat menjadi gejolak akan adanya harapan.
Kekuatan macam apakah yang nantinya mengembalikan cahaya terang itu atau kemahadahsyatan apakah yang akan membuang sinar terang ini menjadi lembah hitam kelam yang tidak akan menjadi kenangan indah.
Engkau tahu? bahwa hati ku menangis? dan engkau tahu aku berteriak dalam senyum dan aku mengusap air mata saat aku mulai banyak bicara? ketahuilah doa dan harapan dari mu sangat aku harapkan, jika engkau mengizinkan aku untuk memilih tuhan maka jelas aku memilih untuk kembali kepada mu.
Segala macam cerita duka lara mu mungkin hanya semacam rangkaian frasa untuk meyakinkan lawan bicara dan bodohnya aku mempercayainya hanya dalam jangka waktu yang sangat singkat, dengan begini aku tak akan memaafkan diri ku atas kejadian ini, bahwa ini adalah cacat sejarah yang akan sangat menyedihkan dan terus membuat ku merasa bersalah, akupun menyesal atas cerita yang telah ku yakini jangan-jangan kau hanya berdalih dengan sebuah kepetingan dan aku macam anak kecil yang hanya mudah diberikan umpan balik tanpa melihat strategi yang kau rangkai dengan cerdik.
Memang sangat memilukan dan akupun masih pada zona bayang-bayang dalam ingatan yang buat ku tak percaya bahwa aku benar-benar hidup dalam keterpurukan, iblis macam apa yang sudah menguasai hati dan fikiran ku sehingga tidak mudah dalam hitungan hari aku lupakan.
aku berharap pada tuhannya banyak orang, tuhan jika kau mendengar doa-doa mereka sampaikan kepada orang-orang yang berdoa bahwa bukan hanya kalian yang berdoa dan berharap kepada tuhan jadi datanglah kepada sesama mu bukan apa-apa mengadu kepada tuhan mu.
Peduli lah dengan rasa sakit orang-orang yang menyayangi mu, berikan solusi bukan berdiam diri berharap akan keajaiban dari tuhan mu yang tak kau mengenalinya.
Apa kau tak melihat betapa orang yang melindungi mempertahankan mu? iyah aku, aku sosok yang merasa sakit dan di rugikan akan segala waktu yang telah terlewati, aku terluka akan segala cerita yang tidak juga terbukti, aku merasa dibohongi oleh keadaan, aku merasa di khianati oleh keadaan, aku merasa bahwa waktu adalah sosok yang sombong dan sangat kejam ia begitu tega melihat ku dalam kesakitan,,,, iyah aku tak rela jika terus begini, aku bersumpah tak ada kebahagiaan atas mu, tak ada keajaiban atas orang-orang yang dengan sengaja membiarkan rasa sakit atau pun membalas rasa sakit.
Kamu tahu kan, atau kamu tidak benar-benar tahu? jika memang membiarkan tanpa tindakan berarti memang langit bumi serta seisinya serta udara yang akan mengamini setiap gejala yang kau samarkan untuk sebuah kepentingan.