Rabu, 25 Juli 2018

Pelayan Militan

Pelayan Militan

Pelayan militan, firman dalam ingatan, hanya ada kasih dan kekuatan
Pelayan Ilmuwan, untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan

Akulah Allan, si pelayan militan, kau sebut ini penghianatan
kau bukanlah anak tuhan, mungkin kau pengikut setan
bujuk rayu karna kepentingan, tidak memberi berikut hasutan
berlagak kau punya aturan, ludah lidahmu hanya sebatas ocehan

Latihan dasar tak kau kenali, paling cuma sebatas mencaci
memuji tuk kepentingan diri, coba saja kau cari
dan lihat saja nanti, kau sujud mengemis di hadapan ku pasti
diari edukasi, sigmund freud psikopatologi

Tiga empat lima enam.mulut memang bisa di bungkam
seperti lampu terang dalam temaram, domba itu terus bergumam
terdengar bising hantarkan suasana kelam,
ku kembali menerima, suka cita selalu dalam rumzam

Sudah mati dihidupkan kembali, sudah  pasti tiada guna lagi
mati suri bangkai di hati, terasa asam hari ke emapat ini
berawal dari tak tau esensi, memaksa diri jadi superstar nanti
tak kenal regulasi tak usah kau coba sembunyi

Logika mu terbalik, pantas saja suka menampik, fasik
jelas kau tak kenal arus balik, saat ku sidik kau akan menggidik
kuruskaki tak bisa berlari, cacat karna iri dan dengki
Allan kembali tanpa belas kasih untuk sampaikan firman suci

Pada pukul dua, aku tak lagi percaya
karna manusia tempat salah dan dosa
tak akan mampu mengerti seutuhnya
tak bisa damaikan hati hanya dengan rangkaian kata

Dalam pertemuan bisa juga jadi lawan atau semacam hinaan
saat ku tuangkan sedih ku dengan tulisan
jadi lah saksi atas suratan, atau yang telah tergaris di tangan
dalam  kesukaan dan kesukaran ku ingat nama mu tuhan

Manusia hanya sebuah penyampaian, dan aku hanyalah pelayan dalam firman
motivasi sebuah tindakan, tebusan dari roh perasaan
terpikat hatinya oleh kebenaran, siang malam dalam perenungan
kasih karunia sungguh sangat aku harapkan tuhan

Mulutnya penuh dengan sumpah  serapah, sesak congkak karna merasa bersalah
aku memang lemah tapi ku punya tuhan Allah
dia bawa mukjizat yang nyata untuk kita yang mengalah
berdiam dan berhentilah biar dia bekerja dengan segala fitrah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar