Gugur
Bunga
Gugur
bunga laksana, runtuhnya sebuah negara
pada masa orde lama, banyak hilang nyawa tak berdosa
dari masa kemasa, hilang asa, negara innesia
ku berterimakasih atas jasa mereka
pada masa orde lama, banyak hilang nyawa tak berdosa
dari masa kemasa, hilang asa, negara innesia
ku berterimakasih atas jasa mereka
Kadang
aku bersedih, saat teringat perjuangannya
betapa ia, setulus hati, jiwa dan raga
hingga kini kita dapat tertawa
bebas bercita, nyaman dalam bercinta
betapa ia, setulus hati, jiwa dan raga
hingga kini kita dapat tertawa
bebas bercita, nyaman dalam bercinta
Saat
mengejar asa, cobalah, ingat pahlawan kita
termasuk orang tua, nenek moyang, pendahulu kita
sadarlah, dunia kita tetaplah sama
saat terlahir atau kembali padanya
termasuk orang tua, nenek moyang, pendahulu kita
sadarlah, dunia kita tetaplah sama
saat terlahir atau kembali padanya
Eksistensi
neraka dan surga, tak perlu kau bertanya-tanya
nikmati proses, setiap detiknya, terasa sulit merangkai kata
aku tetap berdoa
nikmati proses, setiap detiknya, terasa sulit merangkai kata
aku tetap berdoa
Tanggung
jawab syukur kepadanya
akulah manifesto dr doa mimpi harapan dan cita-cita
jangan biarkan kau berhenti dengan penyesalan,
kobarkan setiap harapan, dengan lisan atau sebuah tulisan
akulah manifesto dr doa mimpi harapan dan cita-cita
jangan biarkan kau berhenti dengan penyesalan,
kobarkan setiap harapan, dengan lisan atau sebuah tulisan
Saat
jepang dan juga belanda
ku ingin membalas, semua jasa-jasanya
dan ku harap pada saatnya, aku dapat bersama
tertawa, duduk bersila, dengan rasa bahagia
ku ingin membalas, semua jasa-jasanya
dan ku harap pada saatnya, aku dapat bersama
tertawa, duduk bersila, dengan rasa bahagia
Dan berkahilah,
kekuatan mu rasuki jiwa
saat berdoa, saat bekerja, saat berkarya
Pramoedya, Soekarno, Hatta
Misbah, Cokro, Datuk Malaka
saat berdoa, saat bekerja, saat berkarya
Pramoedya, Soekarno, Hatta
Misbah, Cokro, Datuk Malaka
Usai
sudah, janji bhakti pada yang maha suci
harumkan nama, bangsa dan juga negri
padi di sore hari, ku ingat takdir ilahi
hidup di desa, aku berjanji, esensi, juang munir dan juga wiji
harumkan nama, bangsa dan juga negri
padi di sore hari, ku ingat takdir ilahi
hidup di desa, aku berjanji, esensi, juang munir dan juga wiji
Coba
berfikir jernih, tak hiraukan sedih
bekerja tanpa pamrih,
satu kata walau tertatih, tuk indonesia ku,
yang sangat terkasih, dari yang maha pengasih, karunia kasih.
bekerja tanpa pamrih,
satu kata walau tertatih, tuk indonesia ku,
yang sangat terkasih, dari yang maha pengasih, karunia kasih.
Ingatlah
mereka dalam karya, doa dan saat bekerja.
tertunduk, melihat langit yang luas,
lautan yang tak bertepi,
angin yang sejuk didalam nadi
betapa ia selalu hadir dalam otak dan aliran darah mu
karna dia memang ada untuk kita, kafir logika
tertunduk, melihat langit yang luas,
lautan yang tak bertepi,
angin yang sejuk didalam nadi
betapa ia selalu hadir dalam otak dan aliran darah mu
karna dia memang ada untuk kita, kafir logika

Tidak ada komentar:
Posting Komentar